Robusta dan Cappuccino

Malam itu tersanding dua gelas kopi. Satu gelas adalah sebuah kopi robusta hitam pekat tanpa gula dan satu gelas lainnya adalah sebuah cappuccino yang lembut dengan hiasan cream di atasnya. Saya mengenggak kopi robusta dalam sebuah cangkir kecil. Tegukan pertama terasa sangat pahit. Mungkin ini adalah minuman terpahit yang pernah saya coba.

Teman saya terheran dan kemudian bertanya. “Anjar, emangnya kopi itu ga pahit?”
Saya menjawab enteng, “Coba aja sendiri.”

Teman saya kemudian mengambil cangkir kopi milik saya dan meneguknya. Teriak. Itu ekspresi pertama yang tampak darinya. Buru-buru dia mengambil cangkir cappuccino milik saya yang ada di atas meja.

Continue Reading

Advertisements