Jangan Mati Dulu

“Matilah aku dihajar dingin!”

Umpatku ketika angin kencang Merbabu menghantam tubuhku. Suhu udara mendadak turun, badan yang sudah kelewat lelah ini tak tahan lagi menahan gempuran nafas Merbabu. Aku lantas memakai jaket windbreaker sekaligus dengan inner polar lengkap dengan sarung tangan agar tubuh ini bisa bertahan dari udara dingin yang menusuk. Hasilnya nihil. Tubuh ini masih terus menggigil kedinginan dan makin parah.

“Sudah, berhenti saja di sini. Puncak gunung ini belum akan pindah. Lanjutkan lain hari saja.”

Continue Reading

Advertisements