Didengarkan Diam

Saat itu masih pagi, bahkan matahari belum terbit. Aku membuat segelas teh hangat untukku dan segelas lagi untuknya. Aku pun menyiapkan tempat duduk terbaik di balkon yang langsung menantang ufuk timur, berharap saat nanti matahari terbit, dia bisa menikmati setiap detik rona jingga di timur sana.

“Ini teh untukmu. Minumlah selagi hangat.”, ucapku padanya.

Continue Reading