Pasti Masih Ada yang Terasa Manis

“Hai, kamu tahu tanaman pare kan? Yang buahnya pahit itu.”

“Iya, aku tahu. Memangnya kenapa? Ada yang aneh?”

“Tadi pagi aku melihat bunga pare disinggahi lebah.”

“Bukankah hal lumrah jika seekor lebah singgah ke bunga? Mereka pasti mencoba mencari serbuk sari sebagai bahan dasar madu. Apa yang menarik bagimu?”

“Aku dapat hal baik setelah lihat pare tadi. Pare itu pahit, itu takdir. Mustahil mengubahnya jadi manis seperti buah mangga yang sudah matang. Mustahil. Tapi, aku lihat seekor lebah masih mau singgah ke bunga pare yang aku sendiri tak tahu apakah si Bunga tadi berasa pahit juga seperti buahnya. Lebah pasti tahu jawabnya. Pasti masih ada tersisa sesuatu yang manis dari tumbuhan pare ini.”

“Jadi kamu mau menyampaikan apa?”

“Aku jadi paham bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar berasa pahit di dunia ini. Sekalipun kita mengalami hari tanpa asa, sekalipun kita sudah merasa dilupakan oleh dunia, sekalipun kita sudah tak bisa berbuat apa-apa. Anggap saja penuh nestapa. Aku yakin masih ada hal manis yang masih disisipkan Tuhan untuk kita. Masih ada teman untuk berbagi, masih ada keluarga untuk saling berbagi tawa, setidaknya masih ada tanah untuk bersujud ketika tak menemukan pundak untuk bersandar, Selalu masih ada hal manis yang bisa dirasakan jika kita mau melihat lebih ke dalam. Seperti bunga pare yang lebahpun masih mau menghisap serbuk sarinya. Pasti masih ada yang berasa manis.”

“Kamu terlalu panjang berfilsuf.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s