Pasti Masih Ada yang Terasa Manis

“Hai, kamu tahu tanaman pare kan? Yang buahnya pahit itu.”

“Iya, aku tahu. Memangnya kenapa? Ada yang aneh?”

“Tadi pagi aku melihat bunga pare disinggahi lebah.”

“Bukankah hal lumrah jika seekor lebah singgah ke bunga? Mereka pasti mencoba mencari serbuk sari sebagai bahan dasar madu. Apa yang menarik bagimu?”

“Aku dapat hal baik setelah lihat pare tadi. Pare itu pahit, itu takdir. Mustahil mengubahnya jadi manis seperti buah mangga yang sudah matang. Mustahil. Tapi, aku lihat seekor lebah masih mau singgah ke bunga pare yang aku sendiri tak tahu apakah si Bunga tadi berasa pahit juga seperti buahnya. Lebah pasti tahu jawabnya. Pasti masih ada tersisa sesuatu yang manis dari tumbuhan pare ini.”

“Jadi kamu mau menyampaikan apa?”

“Aku jadi paham bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar berasa pahit di dunia ini. Sekalipun kita mengalami hari tanpa asa, sekalipun kita sudah merasa dilupakan oleh dunia, sekalipun kita sudah tak bisa berbuat apa-apa. Anggap saja penuh nestapa. Aku yakin masih ada hal manis yang masih disisipkan Tuhan untuk kita. Masih ada teman untuk berbagi, masih ada keluarga untuk saling berbagi tawa, setidaknya masih ada tanah untuk bersujud ketika tak menemukan pundak untuk bersandar, Selalu masih ada hal manis yang bisa dirasakan jika kita mau melihat lebih ke dalam. Seperti bunga pare yang lebahpun masih mau menghisap serbuk sarinya. Pasti masih ada yang berasa manis.”

“Kamu terlalu panjang berfilsuf.”

Advertisements

Ayo Dolan Candi (1): Candi Lumbung, Candi Asu, dan Candi Pendem

Candi Borobudur, Magelang. Bukan Yogyakarta.

Candi Borobudur, Magelang. Bukan Yogyakarta.

Kabupaten Magelang sudah tidak diragukan lagi sebagai salah satu gudangnya candi di Jawa Tengah. Hal ini tidak lain karena Kerajaan Medang atau yang biasa disebut sebagai Kerajaan Mataram Kuna pernah mendiami daerah ini. Peradaban pada masa itu tumbuh pesat baik secara ekonomi, budaya, maupun religi. Salah satu yang menjadi bukti kuat adalah adanya bangunan candi yang megah seperti Candi Borobudur yang sampai sekarang masih bisa kita lihat dengan jelas.

Namun, candi di Magelang bukan hanya sebatas Borobudur, masih banyak candi lainnya yang tersebar hampir di seluruh penjuru Magelang. Beberapa bisa ditemukan dengan kondisi baik, beberapa lainnya hanya bisa disusun sebagian, bahkan ada candi yang masih berupa puing-puing yang belum tersusun sama sekali. Bagi saya, adanya candi yang belum bisa direkonstruksi kembali itu lumrah karena memang pembangunan kembali sebuah candi tidaklah mudah, batuan candi tidak sepenuhnya bisa ditemukan dan disusun ulang. Hal tersebut tidak terlepas dari bencana dahsyat yang meluluh lantahkan bumi Magelang pada tahun 1006 oleh letusan Gunung Merapi. Letusan yang juga mengakhiri peradaban Hindu-Budha di Magelang dan Yogyakarta.

Continue Reading