Sawarna Trip (1) : First Impression

Matahari sudah terbit, artinya sudah lebih dari 8 jam saya berkendara dari Jakarta menuju Sawarna, Banten, dan saat itu saya belum juga tiba di tempat tujuan. Jalanan yang rusak membuat kendaraan yang tumpangi harus berjalan sangat pelan, belum lagi ditambah kendaraan yang sebenarnya tidak laik jalan membuat perjalanan ini makin lama dan menantang maut. Bagaimana tidak, pintu penumpang yang persis berada di sebelah saya mendadak rusak dan terbuka sendiri. Usut punya usut, ternyata kendaraan yang saya tumpangi baru saja mengalami kecelakaan dan langsung digunakan kembali untuk mengangkut penumpang. Sebuah hal yang sangat sembrono menurut saya karena pihak travel agent menggunakan kendaraan yang tak layak jalan dan hal ini membahayakan penumpang.

Perjalanan pun dilanjutkan setelah beberapa saat supir mencoba memperbaiki pintu kendaraan yang rusak. Alih-alih memperbaiki pintu yang rusak, si Supir justru menyarankan saya untuk berhati-hati di sepanjang perjalanan. Saya paham, si Supir ini tak bisa memperbaiki pintu kendaraan yang sudah rusak ini. Benar-benar sebuah first impression yang sangat buruk bagi saya terhadap travel agent ini.

Continue Reading

Etika: Kesenian pun Perlu Dihormati

Ini adalah satu-satu foto yang saya ambil saat pagelaran untuk keperluan tulisan ini

Ini adalah satu-satu foto yang saya ambil saat pagelaran untuk keperluan tulisan ini

Pagelaran sendratari selalu punya daya tarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Keindahan gerak tari dari para penari dan merdunya iringan alat musik tradisional menghadirkan suasana berbeda dari pagelaran seni yang lainnya. Tempat penyelenggaraan pun terkadang juga menjadi paket yang menarik karena sendratari terlebih di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta selalu digelar di pelataran candi baik Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Kesempatan untuk melihat langsung pagelaran sendratari pun datang pada saya pada hari sabtu kemarin, 16 November 2013. Malam itu, Dinas Pariwisata Provinsi D.I. Yogyakarta yang bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyelenggarakan pagelaran sendratari di komplek Kraton Candi Ratu Boko. Pagelaran tersebut melibatkan 56 penari dan 20 orang pengrawit yang berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Continue Reading

Ketika Diam Menjadi Jalan Keluar

Ketika banyak orang ramai memperbincangkan tentang efek dari mass tourism yang tidak terkendali dan saling tuding kesalahan pada travel writer, masyarakat, pengunjung, sampai pemerintah, saya justru rapat-rapat menyembunyikan catatan perjalanan saya. Memang bukan catatan perjalanan fantastis berkeliling berbagai daerah di Indonesia bahkan di belahan bumi lainnya, catatan saya hanyalah sebuah catatan perjalanan lokal, bisa dibilang sangatlah lokal, hanya di sekitar tempat tinggal saya di Magelang.

Saya menyimpan rapi catatan perjalanan saya selama di Magelang, menutup rapat keinginan untuk menyebarkan segala informasi yang ada di dalamnya. Saat ini memang saya tidak akan membuka catatan itu untuk umum, setidaknya sampai saya benar-benar siap untuk menyebarkan informasi tersebut pada umum.

Continue Reading