Kesenangan Bermain Permainan Tradisional

foto dipinjam dari aniristiy.blogspot.com

foto dipinjam dari aniristiy.blogspot.com

Cublak cublak suweng
Suwenge ting gelèntèr
Mambu ketundhung gudèl
Pak empong lera-léré
Sapa ngguyu ndelikkaké
Sir sir pong dhelé kopong
Sir sir pong dhelé kopong

Begitu kalimat terakhir dari lagu tersebut diucapkan, teman-teman segera mengayunkan kedua lengan mereka dengan cepat dan saya pun bangun dari posisi bersujud untuk menebak dimana teman-teman menyembunyikan sebuah gumpalan kertas yang sebelumnya mereka putar dari satu telapak ke telapak lainnya. Saya mencoba memutar otak untuk menebak dimana gumpalan kertas itu berada. Dengan mantap saya menebak dan alhasil saya mendapatkan zonk alias saya salah dalam menebak. Tawa lepas dari teman-teman pun menyeruak keras, saya pun ikut tertawa. Sekalipun saya harus kembali menjadi orang yang “dihukum”, tetapi tidak ada rasa sesal sama sekali. Yang ada hanyalah tawa riang dari seorang bocah yang sekolah pun belum.

Permainan ini adalah salah satu permainan yang saya mainkan ketika saya masih anak-anak. Sebuah permainan yang sangat sederhana dan menyenangkan. Sederhana karena tidak memerlukan peralatan yang ribet, hanya butuh sebuah benda yang digunakan sebagai piranti permainan. Benda tersebut bisa berupa batu, gumpalan kertas, mungkin juga kelereng, atau apapun yang dapat digenggam. Sangat sederhana.

Sebenarnya permainan cublak-cublak suweng ini hanyalah salah satu permainan tradisional yang ada di Indonesia. Masih ada banyak lagi permainan tradisional yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Sebut saja permainan gobak sodor, engrang, layangan, dakon, lintang ngaleh, betengan dan masih banyak lagi permainan tradisional yang ada di Indonesia. Permainan tersebut memang lebih banyak dimainkan oleh anak-anak daripada orang dewasa. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa orang dewasa pun bisa ikut memainkan permainan tersebut dan tidak terkecuali bagi saya pribadi.

Permainan tradisional bagi saya selalu membawa sebuah kesenangan dalam bermain. Tawa riang dari teman-teman sepermainan, belum lagi ekspresi-ekspresi unik ketika kalah atau menang, dan teriakan-teriakan lugas dari teman-teman, semuanya membuat permainan tradisional menjadi sangat menarik. Dan yang membuat permainan tradisional tampak menarik adalah permainan tradisional tidak pernah egois, selalu ada orang lain yang ikut serta dalam permainan tradisional. Tidak pernah ditemui ketika seseorang bermain permainan tradisional hanya seorang diri, pasti ada orang lain yang ikut bermain, paling tidak ada dua orang yang ikut serta dalam permainan tersebut.

Balapan EgrangKemudian dalam permainan tradisional juga pasti terdapat unsur gerak, bahkan beberapa permainan tradisional membutuhkan olah tubuh yang begitu banyak. Tubuh menjadi sangat aktif dan pastinya saraf motorik akan ikut terlatih dengan baik. Selain itu beberapa permainan tradisional juga menggunakan lagu sebagai pengiring selama permainan berlangsung.

Semua hal tentang permainan tradisional menciptakan sebuah harmoni yang indah, membawa setiap orang yang bermain ikut menikmatinya. Sadar atau tidak, setiap kali bermain, tubuh dan pikiran pemainnya terlatih oleh permainan itu sendiri. Audio, visual, dan kinestik, ketiga hal tersebut terlatih secara bersamaan. Tiga aspek yang berperan penting dalam suksesnya pembelajaran terhadap manusia, terlebih pada anak-anak. Itulah alasan mengapa anak-anak yang sering bermain permainan tradisional lebih memiliki kreativitas dan aktivitas yang lebih baik daripada yang tidak. Silakan tengok bagaimana perbedaan antara anak-anak yang tumbuh dan berkembang sebelum era digital dan anak-anak pada zaman ini, pastinya akan terlihat perbedaan yang mencolok terlebih dari sisi kreativitas.

Saya tidak memandang sebelah mata tentang kemajuan teknologi digital pada masa ini, tapi bagi saya, permainan tradisional tetap memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemampuan anak-anak lebih baik daripada permainan digital. Selain itu, permainan tradisional memiliki nilai joy of playing yang lebih besar daripada permainan digital. Kesenangan berinteraksi, kesenangan bergerak, dan tentu saja kesenangan bermain. Bahkan di usia saya yang sudah menginjak lebih dari seperempat abad ini pun masih bisa merasakan bagaimana senangnya bermain permainan tradisional. Ya meskipun sering kali saya tidak bisa mengimbangi besarnya energi anak-anak ketika bermain, terlebih ketika bermain permainan tradisional yang membutuhkan banyak gerakan seperti lintang ngaleh atau betengan. Terakhir kali saya bermain lintang ngaleh, saya hampir dibuat pingsan. Namun, semua itu terbayar dengan kesenangan yang saya dapatkan.

Sekalipun sudah mulai tergusur dengan perubahan zaman, permainan tradisional akan selalu memiliki tempat. Lihat saja sebuah komunitas di Jawa Barat, Komunitas Hong, memberikan wadah bagi mereka yang mencintai permainan tradisional. Mereka memberikan berbagai macam permainan tradisional untuk dimainkan. Usaha mereka untuk memberikan wadah tentang permainan tradisional perlu diberi apresiasi. Pun, dengan usaha mereka untuk melestarikan permainan tradisional.

Jadi, ingin ikut kembali merasakan senangnya bermain permainan tradisional?

Note: Foto – foto permainan tradisional tersebut merupakan dokumentasi dari Mafia Kubis.

 

4 thoughts on “Kesenangan Bermain Permainan Tradisional

  1. […] Kesenangan Bermain Permainan Tradisional […]

  2. ninggalin jejak boleh kan???
    hehehe
    salam kenal😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s