Kakek Tua Pencari Rumput

Jogja, 23 April 2012

Matahari siang ini di Jogja benar-benar menantang, awan pun tak berani menghalangi sinarnya. Terik, panas. Saya hanya mendekam di dalam kamar kost, duduk manis di depan laptop untuk sekedar menulis dan menjelajah dunia maya. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kost berkali-kali, saya agak bingung karena kost ini jarang sekali dikunjungi orang dan pintunya diketuk. Ketukannya tidak berhenti, saya menengok keluar dan saya dapati seorang kakek tua berkaos putih, bercelana pendek, dan bertopi berdiri di depan pintu.

“Ajeng ngeresiki suket mas, mangke sampahe kulo bicalaken sekalian”, si Kakek berbicara dalam bahasa jawa yang artinya kira-kira “Mau bersihin rumput mas, nanti sampahnya saya buang sekalian”. Saya tahu jika kakek ini mau menawarkan jasanya memotong rumput dan pastinya meminta upah dari memotong rumputnya. “Pinten pak? (Berapa Pak?)”, tanya saya. Si Kakek kemudian menyebutkan nominal angka yang tidak begitu mahal. Saya tidak bisa menolak beliau untuk memotong rumput dan langsung saya iyakan. Saya melihat kantong rumputnya kosong, saya tahu kakek ini belum mendapatkan satu pun orang yang mau halamannya dibersihkan.

Continue Reading

Advertisements